WELCOME TO MY BLOG

Powered By Blogger

Jumat, 21 Juni 2013

IBUKU


IBU
Ibu, betapa sucinya namamu
Betapa sucinya senyummu, yang menenangkan hatiku
Betapa indahnya wajahmu
Betapa tulusnya cinta dan kasihmu padaku
Kau membuat malam yang aku lalui
Dan masa-masa yang kulalui begitu berat
Setiap saat hanya kau yang menjagaku
Tapi aku tak menyadarinya

Kini, semua itu telah terlewatkan
Maafkan aku ibu...
Kini, aku sendiri dengan penuh penyesalan di sini
Untuk masa-masa yang  melukai hatimu
Andai saja aku bisa dalam pelukanmu kembali

Jika aku tahu apa yang ku ketahui saat ini
Ibu, aku kosong tanpamu
Dulu, kau adalah matahari yang menyinari hari-hariku
Kau adalah rembulan yang menerangi gelapnya hatiku
Tapi kini, kini siapalah yang akan menghilangkan dukaku?
Pada siapa aku mengadu, Ibu?

Aku akan selalu mengingatmu
Sepanjang mana ingatanku bekerja
Dalam hatiku dan dalam mimpiku
Kau kan senantiasa di sampingku, wahai Ibuku
Kau telah pergi dan meninggalkanku, wahai penerang hatiku
Hanya kau yang membuat sakitku tak terasa
Kau yang menyuapkan nasi saat aku belum mampu melakukannya

Kini, kau telah pergi meninggalkanku sendiri di sini
Tiada siapa selainmu yang mampu memelukku
Tiada siapa selain dirimu yang mampu menjagaku
Tiada siapa selain dirimu yang mampu melindungiku
Dengarkanlah rayuanku
Maafkanlah diriku, Ibu...


Kamis, 02 Mei 2013

Saya I

Saya mempunyai banyak cerita tentang masa lalu. Masa lalu banyak mengajarkan tentang bagaimana cara hidup dengan atau pun tanpa masalah.Banyak hal yang saya pelajari dari masa lalu, hingga membuat saya seperti ini. Menjadi pribadi yang kokoh, keras, dan suka berimajinasi tentang hal masa depan. Hebatnya imajinasi-imajinasi itu sering terjadi di kemudian hari. Itu bukan kebetulan semata. Dalam diri saya seperti memiliki 2 jiwa yang sangat berbeda. Terkadang bisa tempramental dan marah sejadi-jadinya tapi terkadang berubah menjadi malaikat yang baik hati.
Setiap yang saya katakan, pasti terjadi. Entah itu anugerah atau malah akan menjadi bencana. Setiap saya membayangkan sesuatu tanpa disengaja, itu pun akan terjadi. Entah itu berkah atau malah akan menjadi malapetaka. Semenjak saya sadari itu semua, saya mulai lebih mengontrol emosi agar tak salah ucap hingga merugikan orang lain.
Pada dasarnya, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tapi, bila kelebihan itu tidak bisa dikendalikan atau dikontrol dengan baik, maka bisa saja akan merugikan diri sendiri dan orang lain.