WELCOME TO MY BLOG

Powered By Blogger

Jumat, 21 Juni 2013

IBUKU


IBU
Ibu, betapa sucinya namamu
Betapa sucinya senyummu, yang menenangkan hatiku
Betapa indahnya wajahmu
Betapa tulusnya cinta dan kasihmu padaku
Kau membuat malam yang aku lalui
Dan masa-masa yang kulalui begitu berat
Setiap saat hanya kau yang menjagaku
Tapi aku tak menyadarinya

Kini, semua itu telah terlewatkan
Maafkan aku ibu...
Kini, aku sendiri dengan penuh penyesalan di sini
Untuk masa-masa yang  melukai hatimu
Andai saja aku bisa dalam pelukanmu kembali

Jika aku tahu apa yang ku ketahui saat ini
Ibu, aku kosong tanpamu
Dulu, kau adalah matahari yang menyinari hari-hariku
Kau adalah rembulan yang menerangi gelapnya hatiku
Tapi kini, kini siapalah yang akan menghilangkan dukaku?
Pada siapa aku mengadu, Ibu?

Aku akan selalu mengingatmu
Sepanjang mana ingatanku bekerja
Dalam hatiku dan dalam mimpiku
Kau kan senantiasa di sampingku, wahai Ibuku
Kau telah pergi dan meninggalkanku, wahai penerang hatiku
Hanya kau yang membuat sakitku tak terasa
Kau yang menyuapkan nasi saat aku belum mampu melakukannya

Kini, kau telah pergi meninggalkanku sendiri di sini
Tiada siapa selainmu yang mampu memelukku
Tiada siapa selain dirimu yang mampu menjagaku
Tiada siapa selain dirimu yang mampu melindungiku
Dengarkanlah rayuanku
Maafkanlah diriku, Ibu...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar