IBU
Ibu, betapa sucinya namamu
Betapa sucinya senyummu, yang
menenangkan hatiku
Betapa indahnya wajahmu
Betapa tulusnya cinta dan kasihmu
padaku
Kau membuat malam yang aku lalui
Dan masa-masa yang kulalui begitu
berat
Setiap saat hanya kau yang
menjagaku
Tapi aku tak menyadarinya
Kini, semua itu telah terlewatkan
Maafkan aku ibu...
Kini, aku sendiri dengan penuh
penyesalan di sini
Untuk masa-masa yang melukai hatimu
Andai saja aku bisa dalam
pelukanmu kembali
Jika aku tahu apa yang ku ketahui
saat ini
Ibu, aku kosong tanpamu
Dulu, kau adalah matahari yang
menyinari hari-hariku
Kau adalah rembulan yang
menerangi gelapnya hatiku
Tapi kini, kini siapalah yang
akan menghilangkan dukaku?
Pada siapa aku mengadu, Ibu?
Aku akan selalu mengingatmu
Sepanjang mana ingatanku bekerja
Dalam hatiku dan dalam mimpiku
Kau kan senantiasa di sampingku,
wahai Ibuku
Kau telah pergi dan
meninggalkanku, wahai penerang hatiku
Hanya kau yang membuat sakitku
tak terasa
Kau yang menyuapkan nasi saat aku
belum mampu melakukannya
Kini, kau telah pergi
meninggalkanku sendiri di sini
Tiada siapa selainmu yang mampu
memelukku
Tiada siapa selain dirimu yang
mampu menjagaku
Tiada siapa selain dirimu yang
mampu melindungiku
Dengarkanlah rayuanku
Maafkanlah diriku, Ibu...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar